Kepada awak media, A menjelaskan bahwa dirinya dijanjikan oleh seseorang bernama Robi akan memperoleh pekerjaan proyek jaling. Namun, menurut pengakuannya, hingga kini tidak ada kejelasan mengenai realisasi pekerjaan tersebut.
"Dulu saya dijanjikan sama Pak Robi akan mendapatkan kegiatan jaling. Saya juga sudah memberikan DP sebesar Rp12 juta. Sampai sekarang belum ada kegiatan yang saya terima," ujar A.
A juga mengaku memperoleh informasi bahwa kegiatan yang sebelumnya dijanjikan tersebut justru masih dikerjakan oleh pihak yang sama, sehingga dirinya merasa tidak mendapatkan kesempatan sebagaimana komitmen awal.
Lebih lanjut, A mengatakan telah beberapa kali menghubungi Robi untuk meminta penjelasan dan kepastian terkait proyek yang dijanjikan. Namun, menurutnya, hingga saat ini belum ada tanggapan maupun itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Saya sudah beberapa kali menghubungi saudara (R) , tetapi sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali," katanya.
Karena belum mendapatkan kejelasan, A mengaku kembali menemui Saidah Anwar untuk meminta pertanggungjawaban atas janji pekerjaan tersebut. Namun, menurut pengakuannya, Saidah Anwar menyampaikan agar persoalan tersebut terlebih dahulu dirapikan atau diselesaikan dengan (R).
Di akhir keterangannya, A menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jenis pekerjaan proyek yang akan diberikan. Ia berharap komitmen awal dapat dipenuhi, termasuk apabila pekerjaan yang diberikan berupa proyek jaling tidak adak yang sekarang ada proyek PSU saya siap.
"Saya hanya ingin mendapatkan pekerjaan proyek sesuai yang dijanjikan. Kalau pun proyek PSU, saya siap. Yang penting komitmen awal dipenuhi," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang disebut dalam pengakuan tersebut belum memberikan keterangan resmi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.
red





0 Komentar