Bupati Aep Gandeng Camat & Kades Kerahkan Warga, Lapangan Karangpawitan Disulap Jadi Pusat Kuliner-Kriya 10 Hari Nonstop



KARAWANG,– Pemerintah Kabupaten Karawang all out menjadikan Ramadhan 1447 H sebagai momentum pemulihan ekonomi UMKM. Selama 10 hari penuh, Lapangan Karangpawitan disulap menjadi "pusat perbelanjaan rakyat" bertajuk Bazar Ramadhan yang ditargetkan membukukan transaksi hingga Rp2,5 miliar.


Bazar yang resmi dibuka Bupati Karawang Aep Syaepuloh pada Senin 21/2/2026 ini akan berlangsung hingga 2 Maret 2026. Sebanyak 100 tenda UMKM diisi penuh pelaku usaha kuliner, takjil, fesyen muslim, hingga produk kriya binaan Dekranasda Karawang.


"Kita tidak main-main. Target transaksi Rp2,5 miliar dalam 10 hari. Artinya, per hari harus ada perputaran uang Rp250 juta di sini," tegas Bupati Aep saat meninjau stand UMKM.


Strategi "Keroyokan": Libatkan Camat Sampai Kades

Optimisme Rp2,5 miliar itu bukan tanpa dasar. Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Karawang telah memetakan strategi khusus. Kepala Disperindagkop UKM Karawang menyebut, pihaknya menargetkan 3.000 pengunjung per hari atau total 30.000 pengunjung selama bazar.


Untuk mencapai angka itu, Bupati Aep mengaku sudah menginstruksikan seluruh camat untuk "mengerahkan massa". "Saya sudah bicara dengan para camat. Minta tolong kepala desa dan warganya diajak ke sini. Ngabuburit di sini, belanja di sini, buka puasa di sini. Jadi uangnya muter di Karawang," ujarnya.


Jam operasional pun dimaksimalkan untuk menangkap dua gelombang pembeli. Bazar buka setiap hari pukul 15.00 WIB hingga 22.00 WIB. "Jam 3 sore pas orang cari takjil. Jam 7 malam pas orang cari makan berat setelah tarawih. Semua kita sikat," tambah Aep.

Bukan Sekadar Pasar Kaget, Tapi Panggung UMKM Naik Kelas

Yang membedakan Bazar Ramadhan tahun ini, keikutsertaan penuh UMKM Kriya dari Dekranasda Karawang. Jika tahun lalu didominasi makanan, kini ada stand batik khas Karawang, anyaman bambu Rengasdengklok, hingga kerajinan tangan berbahan limbah.


Ketua Harian Dekranasda Karawang mengatakan, momentum Ramadhan dipakai untuk tes pasar. "Produk kriya ini kita kurasi. Harapannya, setelah lebaran mereka bisa masuk ke etalase mall atau diserap hotel-hotel di kawasan industri," katanya.


Salah satu peserta, Ibu Yanti, 45, penjual kue basah dari Telukjambe, mengaku omzetnya tembus Rp1,8 juta di hari pertama. "Alhamdulillah rame. Banyak ASN yang beli buat takjil buka bersama. Apalagi tempatnya di pusat kota, parkir luas," ucapnya.

Dampak Ganda: Ekonomi Muter, Warga Gak Perlu Jauh

Selain mengerek ekonomi UMKM, Bupati Aep menegaskan Bazar Ramadhan punya misi sosial. Warga Karawang Kota dan sekitarnya tak perlu lagi jauh-jauh ke Grand Taruma atau Galuh Mas untuk berburu takjil.


"Ini kita dekatkan pasar ke rakyat. Ibu-ibu mau cari kolak, anak muda mau cari es boba, semua ada di satu tempat. Aman, terang, ada panggung hiburan Islami juga," jelas Aep.


Pemkab juga menggandeng Satpol PP dan Dishub untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas. Area parkir disiapkan di sisi timur dan barat lapangan untuk menampung ribuan motor dan mobil pengunjung.


Dengan kolaborasi pentahelix – Pemda, Camat, Kades, UMKM, dan warga – Bupati Aep yakin target Rp2,5 miliar bukan sekadar angka di atas kertas. "Kalau 3.000 orang sehari belanja rata-rata Rp80 ribu saja, sudah Rp240 juta. Kita optimistis bisa lebih," tutupnya.


Bazar Ramadhan 1447 H masih akan berlangsung hingga Sabtu 2/3/2026. Masyarakat diimbau datang lebih awal untuk menghindari kepadatan menjelang magrib.


Red
 

Posting Komentar

0 Komentar